Pages

Sabtu, 20 Desember 2014

Kebun Teh KALIGUA - Bumiayu

Liburanku ke Kaligua


Kaligua adalah sebuah tempat wisata alam di sebuah pegunungan di daerah Bumiayu. Saya bersama teman-teman saya memerlukan waktu kurang lebih 2 jam dari Purwokerto menggunakan sepeda motor. Jalan yang kami lewati begitu berbatu dan terdapat beberapa tikungan tajam.
Dalam perjalanan tidak semuanya lancar. Karena ada teman saya yang mengalami hambatan. Sepeda motor yang dikendarai oleh teman saya ada yang kesusahan buat menanjak karena memang jalannya sangat menanjak. Namun bukan hanya teman saya yang mengalami kendala tersebut. Karena ketika kami melanjutkan perjalanan, kami menemukan kejadian yang serupa. Butuh extra hati-hati untuk melintasi jalan yang seperti itu. 
Saya bersama teman-teman lalu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Tak lama sampailah kami pada sebuah tempat yang bernama 'Telaga Ranjeng'. Telaga ranjeng adalah sebuah tempat yang unik. Ditempat tersebut kita dapat melihat ikan yang berukuran sangat besar. Dipintu masuk telaga, terdapat penjual roti untuk memberi makan ikan. Saya tertarik untuk memberi makan ikan-ikan besar disana. Ketika saya melempar roti, ikan-ikan yang ada disana langsung bermunculan kepermukaan dan berebut untuk memakan roti yang saya lempar. Namun harus berhati-hati ketika sedang berada disana. Karena jika salah menginjakkan kaki bisa-bisa terperosok akibat permukaannya yang tidak rata karena permukaannya adalah resapan air. Dan ditempat tersebut juga terdapat sebuah larangan yang harus diperhatikan. Bagi siapapun yang mendatangi tempat tersebut harus dapat menjaga kebersihan. Dilarang untuk membuat sampah di area telaga.
Setelah puas memberi makan ikan-ikan, kami melanjutkan perjalanan ke atas dan sampai pada pintu masuk kawasan kebun teh Kaligua. Sebelum masuk kami diminta tarif perorang beserta kendaraan yang dibawa. Tarif yang diminta pun cukup ekonomis untuk kalangan seorang pelajar. Terbentang sangat luas daun-daun teh yang hijau. Kemana pun mata memandang, baik kanan maupun kiri terlihat daun-daun teh yang asri. Didukung dengan bebatuan jalan yang tertata rapi membuat pemandangan yang sangat indah. Kami terus naik ke atas dan masuk pada kawasan wisata Gua Jepang dan Sumber Mata Air Tuk Bening.
Gua Jepang adalah sebuah gua peninggalan pada masa penjajahan Jepang. Di depan gua, terdapat seorang penjaga yang siap membantu ketika ada wisatawan yang ingin masuk ke dalam gua. Karena keadaan gua yang sangat gelap dan jalannya juga membingungkan, maka kita perlu seorang guide untuk membantu petualangan kita di dalam gua.  Di dalam gua terdapat beberapa ruang, seperti ruang persenjataan, ruang ibadah, ruang pembantaian, ruang tahanan, dsb. Setelah puas melihat - lihat keadaan didalam gua, kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat lain.
Puncak Sakub, kami melanjutkan perjalanan keatas sana. Sungguh menanjak medannya. Namun itu semua tak menghentikan langkah kami. Karena diatas sana ada sebuah air terjun yang sangat menyejukkan airnya. Kami dapat melihat keindahan kota Bumiayu dari atas sana. Sungguh hamparan dedaunan yang terlihat indah sekali. Butuh tenaga yang cukup extra untuk sampai diatas sana. Tak kami sia-siakan perjuangkanku sampai ke atas sana, langsung q abadikan perjalananku sampai keatas sana dengan berfoto bersama teman-teman. Setelah puas, kami turun untuk menunaikann ibadah sholat Dzuhur di sebuah mushola disebelah Tuk Bening.
Tuk Bening adalah sebuah sumber mata air jernih dan bersih. Airnya sangat dingin. Dan kebersihan ditempat tersebut sangat dijaga. Selesai sholat, saya dan teman-teman memutuskan untuk pulang. Ketika perjalanan pulang, kami melewati area tamany yang sangat cocok untuk tempat rekreasi keluarga. Begitu memukau wisata Kaligua. Tak akan ku lupa apa yang sudah saya alami disana. Saya ingin mengunjunginya lagi jika ada kesempatan. Terimakasih.


0 komentar:

Posting Komentar